STRATEGI PENYEHATAN PERUSAHAAN DAN DIVESTASI

  1. ASAL-USUL

Jurnal dan buku yang berkaitan dengan tema penyehatan perusahaan terus mengalir dengan tingkat aliran yang lebih deras di bandingkan masa sebelumnya. Tiga karya berikut ini ( Bibeault,1982, 1999 ; Cameron,dk.ed.1988 ; Slatter,1985) sepertinya dapat dinilai lebih komprehensif, dilihat dari isi, kedalaman, dan sekaligus keluasan pokok bahasan, sekalipun ketiga-tiganya masih belum membahas keterkaitan ketidaksehatan perusahaan dengan krisis ekonomi. Dapat dikatakan tiga karya terseabut seabagai momentum pertumbuhan strategi  penyaehatan perusahaan.

2. INDIKATOR DARI LINGKUNGAN BISNIS

Sehat tidaknya perusahaan dapat bersumber dari lingkungan bisnis. Ligkungan bisnis yang tidak mendukung perkembangan perusahaan yakni lingkungan bisnis yang hanya menjadi sumber ancaman bisnis dapat dikatakan sebagai sumber sakitnya perusahaan. Di antara begitu banyaknya ragam lingungan bisnis, berikut ini disajikan beberapa tanda-tanda yang dapat dijadikan petunjuk strategis sedikitnya peluang bisnis yang tersedia dan terbukanya ancman bisnis., yaitu :

  1. Peramalan dan penilaian implikasi manajerial menjadi sulit dilakukan, ketika berbagai lingkumgan bisnis tersebut berinteraksi  satu sama lain.
  2. Pertumbuhan eonomi dan aktivitas ekonomi pembentuknya memberikan indikasi bagi manajemen dalam melakukan pengambilan keputusan ekspansi usaha.
  3. Tersedianya kredit dan aktivitas pasar modal dapat digunakan sebagai indikator mudah atau sulitnya, muarah atau mahalnya dana yang diperlukan.
  4. Perubahan harga memberikan indikasi yang cukup penting tentang perubahan tingkat inflasi dan eseimbangan jumlah barang yang tersedia dan diminta pasar.

3. INDIKATOR INTERNAL

Beberapa indikator yang dapat digunakan sebagai tanda perusahaan tidak sehat yang muncul pada tahap awal daur kehidupan perusahaan, yaitu :

  1. Ketidakcukupan kas
  2. Keterbatasan (tekanan) likuiditas
  3. Pengurangan modal kerja
  4. Utang dagang membengkak
  5. Piutang dagang meningkat
  6. Penurunan ROI ( Return On Investment)
  7. Penjualan mendatar (tidak meningkat)
  8. Rugi terus-menerus dalam beberapa kuartal
  9. Absensi tenaga kerja meningat
  10. Tenaga kerja meningkat
  11. Pengaduan konsumen meningkat
  12. Arus informasi keuangan dan manajemen semakin meningkat

Berikut ini adalah beberapa indikator internal yang menunjuk pada tidakk sehatnya perusahaan yang muncul pada pertengahan daur kkehidupan perusahaan

  1. Persediaan meningkat
  2. Penjualan menurun
  3. Marjin berurang
  4. Biaya meningkat
  5. Bantuan pembayaran di depan oleh bank meningat
  6. Permintaan konsiderasi dari bank bertambah
  7. Informasi keuangan dan manajemen lambat dan tidak akurat
  8. Kepercayaan konsumen berkurang
  9. Saldo rekening bank tidak mencukupi
  10. Tertundanya piutang dagang konsumen yang tak terpercaya
  11. Pelanggaran perjanjian utang
  12. Pembayaran tagihan dengan dana dari bank

Sedangkan indikator ineternal yang dapat dijadikan petunjuk tidak sehatnya perusahaan yang lazimnya dijumpai pada tahapan akhir daur kehidupan perusahaan yaitu :

  1. Kecilnya perhatian manajemen pada menurunya laba
  2. Penguranggan staf tanpa menganalisa sebab pokoknya
  3. Pembayaran melalui bank dengan saldo defisit sebagai ganti penarikan kredit
  4. Krisis kas
  5. Terlambatnya pembayaran utang
  6. Terlambatnya hasil penagihan Piutang
  7. Penurunan penjualan yang terus menerus
  8. Moral karyawan sangat rendah
  9. Kredibilitas perusahaan berkurang
  10. Perputaran persediaan menurun drastis
  11. Kepercayaan pemasok berurang
  12. Semakin sedikitnya laporan yang ditujukan kepada bank
  13. Pernyataan bersyarat dari hasil pemeriksaan akuntansi
  14. Cek kosong
  15. Munculnya beban biaya tambahan terhadap utang
  16. Meningkatkan usia dagang
  17. Marjin terus menerus menurun
  18. Volum Penjualan terus menerus menurun
  19. Meningkatnya piutang dagang tak tertagih
  20. Tidak liquid
  21. Modal kerja berkurang drastis]
  22. Tidak tersedia dana untuk pembayaran gaji
  23. Efetivitas manajemen berurang drastis
  24. Usaha meyakinkan kreditur bahwa perusahaan tetap sehat dan tidak akan diliquidasi

Berikut ini adalah daftar indikator internal yang dapat muncul pada setiap tahapan daur kehidupan perusahaan yaitu :

  1. Harta kekayaan menurun
  2. Pangsa pasar produk kunci menurun
  3. Biaya pablikasi meningkat
  4. Peningkatan perputaran tenaga kerja dan manajemen
  5. Gaji dan tunjang karyawan meningkat lebih cepat dibandingkan peningkatan produktifitas dan laba
  6. Peningkatan manajemen bertambah panjang
  7. Berpindahnya penguasaan pangsa pasar kepada pesaing
  8. Konflik antara manajemen dengan tujuan dan misi perusahaan
  9. Perbedaan arah manajemen dan arah perusahaan
  10. Buruknya akuntansi perusahaan
  11. Kesediaan memberi kredit pada konsumen yang dapat membayar pada waktu yang ditetapkan
  12. Penambahan utang yang tak terendali
  13. Rekening bersaldo devisit secara mendadak

4. INDIKATOR KOMBINASI

Berikut ini adalah tanda-tanda yang dijadikan petunjuk tida sehatnya perusahaan yang disebaban oleh kedua determinan (eksternal dan internal) yaitu :

  1. Penerapan manajemen dengan prinsip perkecualiaan
  2. Delegasi tanpa pengendalian, pengawasan, dan umpan balik
  3. Vertikalisasi jenjang organisasi
  4. Karyawan  dengan lebih dari satu pemimpin
  5. Putusnya rantai komando
  6. Gaya kepemimpinan megah mewah oleh manajer senior
  7. Memasarkan produk yang salah
  8. Memasarkan pada pangsa pasar yang salah
  9. Kesalahan pemilihan saluran destribusi
  10. Sistem informasi keuangan yang tidak tanggap
  11. Kehilanggan keunggulan bersaing
  12. Perubahan teknologi
  13. Kurang paham terhadap kebutuhan konsumen

5. PENYEHATAN STRATEGIK

Penyehatan stategik diperlukan ketika terjadi kesalahan strategis yaitu:

  1. Biasanya berkaitan dengan usaha penyehatan terhadap sait yang disebabkan oleh ketidak sanggupan perusahaan memenuhi kebutuhan konsumen dengan produk yang sekarang sesuai dengan komponen pokok yang telah ditetapkan
  2. Penyehatan Strategis diperlukan jika manajemen membuat kesalahan stategis yang mengakibatkan perusahaan berada di luar misi yang diharapkan
  3. Penyehatan strategis di perlukan ketika perusahaan dinilai memiliki kecenderungan kehilangan posisi strategis di pasar, sekalipun perusahaan berhasil secara rata-rata atau bahkan lebih secara operasional

6. PENYEHATAN OPERASIONAL

Penyehatan operasional berusaha melakukan perubahan operasi perusahaan, akan tetapi hampir sama sekali tidak bersentuhan dengan usaha merubah strategi bisnis. Untuk keperluan terjadinya arah perputaran perusahaan biasanya menggunakan cara :

  1. Manajemen berusaha meningkatkan penghasilan yang diperoleh dengan berbagai teknik, Misanya dengan pemotonan harga, promosi, penambahan dan perbaikan pelayanan konsumen, memperbaiki saluran distribusi dan kualitas barang
  2. Manajemen melakukan pemotongan biaya misalnya biaya administrasi, pemasaran, penelitian dan pengembangan.

Pemilihan strategi ini tepat dilaksanakan oleh perusahan yang beroperasi dalam industri yang telah dewasa yang hampir tidak menyediakan peluang pangsa pasar. Strategi ini biasanya juga dipilih perusahaan yang memiliki fleksibilitas yang cukup dalam anggaran operasi sehingga membuka peluang adanya pengurangan biasa yang signifikan.

7. PROSES PENYEHATAN

Langkah-langkah proses penyehatan, yaitu :

  1. Mengembalikan situasi yang serba tida teratur ke dalam beraturan
  2. Memberian penilaian secara menyeluruh tentang kemungkinan penarikan penghasilan dari piutang dagang, yang normalnya berjangka waktu pendek.
  3. Mulai dipikirkan kemungkinanmencari sumber tambahan penghasilan baru.

Tahapan proses penyehatan, yaitu :

  1. Manajemen melakuan evaluasi menyeluruh. Yang biasanya memerlukan waktu satu bulan sampai tiga buian.
  2. Membuat rencana penyehatan. Yang biasanya memerlukan waktu satu bulan sampai enam bulan.
  3. Manajemen mengimplementasikan rencana penyehatan yang telah dibuat. Biasanya memerlukan waktu enam bulan sampai dua belas bulan.
  4. Manajemen membuat langkah stabilisasi perusahaan, biasanya memerlukan waktu enam bulan sampai dua belas bulan.
  5. Penyiapan ke arah pertumbuhan bisnis. Memerlukan waktu antara satu sampai dua tahun.

8. INTERVENSI NEGARA

Pada umumnya keterlibatan negara dilakukan dalam tiga tahapan pokok, yaitu :

  1. Negara merumuskan dan mengimplementasikan kebijakan ekonomi makro dan hukum yang diperlukan sebagai landasan penyehatan.
  2. Negara terlebih dahulu menyehatkan sektor keuangan, khususnya perbankan.
  3. Negara melakukan intervensipenyehatan terhadap sektor riil, setelah terlebih dahulu melakukan pemilahan perusahaan mana yang masih bisa dan memilioki harapan untuk sehat kembali dan perusahaan yang tidak mungkin lagi disehatkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s