SMK SEBAGAI SECOND CHOICE

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A.    Latar Belakang Masalah

Pada siswa kelas IX SLTP yang akan lulus maka mereka telah mempunyai  rencana,setelah lulus akan melanjutkan sekolah kemana? Umumnya dalam pemilihan sekolah anak-anak tidak bisa menentukan sendiri, mereka dibantu oleh orang tua dan penjelasan guru terutama guru BP untuk menentukan pilihan.

Orang tua sangat berkepentingan dalam penentuan sekolah lanjutan putra-putrinya. Walaupun tidak semua orang tua paham mengenai masalah-masalah pendidikan, namun banyak orang tua yang memahami akan pentingnya pendidikan bagi putra-putrinya. Orang tua yang memberikan saran-saran dan pilihan bagi kelanjutan belajar putra-putrinya adalah untuk tujuan yang mengarahkan ke dunia kerja. Ketika orang tua akan memutuskan sekolah lanjutan yang akan dipilih putra-putrinya maka mau tidak mau orang tua juga harus memikirkan jababatan apa yang nantinya akan didapatkan putra-putrinya.

Pada hakikatnya penentuan sekolah lanjutan bagi putra-putrinya  tergantung pada tingkat sosial ekonomi orang tuanya. Pada orang tua yang tingkat ekonominya tinggi maka akan menentukan sekolah mana yang akan dipilih putra-putrinya, setelah itu jurusan apa yang akan dipilih bahkan juga Perguruan Tinggi dengan jurusan apa yang akan dipilih kelak. Sedangkan pada orang tua yang mempunyai tingkat sosial ekonomi menengah atau rendah tidak semua orang tua menuruti keinginan putra-putrinya karena disinilah orang tua lebih menginginkan putra-putrinya masuk ke sekolah lanjutan sesuai dengan keinginan mereka.

Sebagai gambaran adalah  jika orang  tua seorang dokter pasti tidak sama   dalam penentuan pilihan lanjutan kepada putra-putrinya daripada orang tua yang bekerja sebagai petani. Karena dokter mempunyai kemampuan untuk membiayai sekolah putra-putrinya maka ia ingin putra-putrinya untuk masuk ke SMA (Sekolah Menengah Atas) dan nanti bisa melanjutkan ke Perguruan Tinggi. Bahkan orang tua juga menginginkan agar putra-putrinya dapat mengikuti karir mereka menjadi dokter. Pada orang tua yang bekerja sebagi petani dengan tingkat sosial ekonomi rendah maunya setelah lulus SMP (Sekolah Menengah Pertama) melanjutkan ke SMK(Sekolah Menengah Kejuruan) agar nantinya berharap setelah lulus dari SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) dapat bekerja dikarenakan mereka sulit membiayai sekolah putra-putrinya jika putra-putrinya melanjutkan ke Perguruan Tinggi. Jadi  faktor sosial ekonomi juga mempengaruhi pilihan-pilihan siswa dalam menentukan sekolah lanjutan yang akan dipilih putra-putrinya.

Disamping itu siswa SMP (Sekolah Menengah Pertama) telah mempunyai minat, bakat dan kemampuan yang bisa menentukan pilihan-pilihan sekolah lanjutan mereka. Anak-anak itu akan mempertimbangkan pilihan sekolah dengan tujuan karirnya kelak. Apa cita-cita ia sebenarnya namun juga ia berfikir apa bakat, minat, dan kemampuan yang ia miliki. Pada anak yang mempunyai kemampuan rendah atau pas-pasan ingin masuk SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) dengan harapan setelah lulus akan segera mendapatkan pekerjaan. Sedangkan anak yang mempunyai kemampuan tinggi ingin masuk ke SMA (Sekolah Menengah Atas) dengan harapan setelah lulus bisa melanjutkan ke Perguruan Tinggi.

Persepsi siswa dalam menentukan pilihan sekolah lanjutan bagi dirinya antara satu dan lainnya belum tentu sama. Bisa saja ada anggapan jika SMK dan SMA sama saja, sehingga siswa tidak mempedulikan lagi pilihan sekolah tersebut yang terpenting bagi siswa adalah bisa masuk sekolah yang menjadi tujuan(sekolah favorit). Ada juga yang beranggapan yang penting Danemnya bisa digunakan utuk masuk Sekolah Negeri tidak peduli itu SMA atau SMK.

Jadi sebenarnya peran sekolah sangat penting untuk memberikan bekal tentang perbedaan antara SMA dan SMK. Sekolah dalam hal ini adalah guru BP tidak bijaksana seandainya sekolah hanya menjelaskan SMA (Sekolah Menengah Atas)  yang sekiranya cocok dengan Danem siswa, tanpa menjelaskan karir mereka kelak. Sebab tidak jarang siswa yang berminat ke SMK karena ada kelebihan-kelebihan SMK yag menarik minat siswa. Justru kadang-kadang guru kurang menjelaskan tentang SMK,  bahkan SMK hanya menjadi pilihan kedua setelah SMA.

  1. B.     Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalahnya adalah sebagi berikut:

  1. Apakah alasan dari  pemerintah mendirikan Sekolah Menengah Kejuruan?
  2. Seperti apakah fakta dan pandangan masyarakat tentang Sekolah Menengah Kejuruan tersebut?
  3. Bagaimana Solusi Agar Sekolah Menengah Kejuruan Tidak Menjadi Second Choice?

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. 1.      Alasan Pemerintah Mendirikan Sekolah Menegah Kejuruan
    1. Tentang SMK

SMK atau Sekolah Menengah Kejuruan dalam  dunia pendidikan di tanah air merupakan satu bentuk pendidikan formal dengan menekankan kemampuan  sesuai dengan kejuruan tertentu. Sebagai jenjang pendidikan menengah, Sekolah Menengah Kejuruan merupakan jenjang Kelanjutan lulusan  Sekolah Menengah Pertama dan Madrasah Tsanawiyah.

Sekolah Menengah Kejuruan atau SMK yang dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja sebagai tenaga teknis menengah, telah tersedia dalam berbagai jenis program keahlian seperti teknik, pertanian, perhotelan dan musik. Secara konsep yang diwujudkan dalam kurikulum, lulusan SMK memang telah dirancang sejak awal untuk menjadi bagian integral dari perkembangan industri tanah air.

Lihat saja misalnya bagaimana sejak awal SMK telah menyediakan program keahlian dari mulai teknik, pertanian, perhotelan, dan musik. Namun rupanya problematika dunia pendidikan tanah air yang terlihat idela dan mentereng, benar-benar baru sebatas konsep sehingga kehadiran SMK yang telah dipersiapkan sejak lama baru terdengar gaungnya tahun-tahun belakangan ini saja.

  1. 2.      Fakta dan Pandangan Masyarakat Tentang Sekolah Menengah  Kejuruan

 

  1. a.      Fakta tentang Sekolah Menengah Kejuruan

ü  Prestasi SMK

SMK Bisa! Menjadi pendorong semangat yang terus digelorakan Kemendiknas. SMK atau Sekolah Menengah Kejuruan yang sejak lama dipersiapkan untuk lebih awal memasuki dunia kerja ini, memang telah banyak memberi bukti. Jauh sebelum kemampuan anak-anak SMK Teknik Solo menggegerkan dunia otomotif kita karena telah mampu merakit sebuah kendaraan roda empat yang kemudian diberi nama Kiat Esemka, anak-anak dari SMK lain telah lama menjadi bagian penting dari sebuah proses industri di tanah air. Anak-anak perhotelan misalnya, telah menjadi tenaga teknik menengah yang banyak diserap oleh dunia perhotelan dan industri pariwisata sesuai dengan jurusan masing-masing. Demikian pula para lulusan SMK Teknik, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari industri otomotif untuk yang jurusan mesin, atau pada industri perlistrikan bagi anak-anak jurusan listrik. SMK memang bisa. Bisa diserap oleh industri di tanah air bahkan luar negeri apa bila sisi skill menjadi tumpuannya. Selain itu memberi kesempatan seluas-luasnya semakin terasah pula kemampuan anak-anak SMK ini. Adalah sosok Sukiat –pendiri dan pemilik industri karoseri di bawah bendera CV. Kiat di Solo- yang telah membuktikannya. Dengan memberi kesempatan yang luas dan memfasilitasi anak-anak SMK Solo ini, dalam waktu singkat telah terbukti bagaimana anak-anak SMK bisa merakit sebuah mobil yang untuk pertama kalinya menjadi kendaraan Walikota Solo, Joko Widodo.

ü  Kelebihan Lulusan SMK

Berbicara soal kelebihan, lulusan SMK pun memiliki beberapa kelebihan. Diantaranya adalah:

1. Lebih mudah mendapatkan pekerjaan.

Karena penjurusan yang dilakukan sejak dini, memberikan para lulusan SMK sebuah keahlian dan pengalaman yang cukup dibidangnya sehingga lebih siap terjun ke dunia kerja. Pemerintah pun sudah menjamin lulusan SMK akan mendapatkan tempat di industri dalam dan luar negeri.

2. Lebih banyak melakukan praktek kerja dan penelitian.

Dengan banyaknya melakukan praktek kerja dan penelitian, lulusan SMK akan memiliki pengalaman dan terbiasa dengan equipment maupun tata cara menggunakannya saat bekerja.

3. Mental yang sudah terbentuk

Dengan pengalaman yang cukup, para lulusan SMK memiliki mental pekerja keras dan pantang menyerah. Sehingga para lulusannya siap menghadapi persaingan dunia kerja yang sangat ketat dan membutuhkan dedikasi yang tinggi serta motivasi yang besar.

4. Lebih terjamin masa depan

Dengan keahlian, kesiapan mental, serta dukungan dari pemerintah, pastinya lulusan SMK akan lebih terjamin masa depannya. Setidaknya ini menjadi satu nilai plus dari lulusan sekolah sederajat lainnya

 

  1. b.      Tanggapan Masyarakat Tentang Sekolah Menengah Kejuruan

Penting bagi Kita untuk mengetahui apa pendapat masyarakat terhadap SMK. Semua usaha untuk menaikkan pamor SMK akan sia – sia apabila pandangan masyarakat sudah sedemikian rendahnya terhadap SMK. Semua usaha itu akan ditolak mentah –mentah meskipun diikuti dengan beberapa fakta keunggulan SMK. Maka dari itu dalam Karya Tulis Ilmiah ini, penting untuk kami agar dapat mengetahui bagaimana saja pendapat masyarakat terhadap SMK agar solusi dari permasalahan tersebut dapat ditemukan.

Untuk itu, kami membuat angket sederhana yang secara teori sudah bisa menunjukkan bagaimana saja pendapat masyarakat terhadap SMK.

SMK atau SMA Alasan
SMA Gengsi
SMA Pengen aja
SMA Kurang tertarik dengan SMK
SMA Disuruhnya ke SMA
SMK Disuruh
SMA Disuruhnya ke SMA biar gampang masuk Universitas
SMA Ikut temen – temen
SMA Tidak boleh ke SMK
SMA Udah tujuannya
SMA Persaingan lebih ketat
SMA Lebih memilih SMA
SMA Biar gampang masuk Universitas
SMA Mau jadi dokter gigi
SMA Pengen aja
SMA Pengen
SMA Pengen
SMA Ikut – ikut temen
SMA Lebih banyak kesempatan lewat jalur undangan
SMA Lebih terjamin
SMA Lebih suka SMA

Kesimpulan yang kami dapat dari hasil angket tersebut adalah benar bahwa pendapat masyarakat terhadap SMK memang masih begitu buruk. Bahkan bila dilihat lebih dalam faktor gengsi-lah yang paling menonjol.

Faktor kedua adalah lebih mudahnya akses untuk masuk Perguruan Tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa setidaknya SMK dianggap tidak dapat bersaing dengan SMA dalam hal melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Padahal, masuk Perguruan Tinggi juga belum tentu dapat menunjang kehidupannya kelak.

Jadi kesimpulannya, pandangan masyarakat terhadap SMK secara umum adalah tidak lebih baik dari SMA karena dianggap tidak dapat menunjang kehidupannya kelak.

 

  1. 3.      Solusi Agar Sekolah Menengah Kejuruan Tidak Menjadi Second Choice

 

  1. a.      Upaya Pemerintah untuk Mendongkrak Pamor SMK

 

Berbicara tentang upaya pemerintah, tentu saja sudah banyak program-program yang dilakukan pemerintah untuk mendongkrak pamor SMK dimasyarakat. Salah satunya adalah program “SMK BISA!” yang dibuat untuk menopang tujuan di atas dan setelah sekian lama program ini mulai menunjukkan keberhasilannya. Sudah banyak perusahaan besar yang bekerja sama dengan SMK untuk meminta lulusannya bekerja di perusahaan tersebut. Tentunya kabar ini menjadi kabar yang baik agar masyarakat dapat kembali percaya kepada SMK.

Usaha pemerintah yang lain adalah dengan menambah SMK di Indonesia. Yang saat ini, jumlah SMA lebih banyak daripada SMK. Dengan upaya tersebut, diharapkan SMK menjadi pilihan untuk meneruskan sekolah ketika lulus dari SMP.

Selain itu, pemerintah pun meringankan biaya masuk SMK. Tapi tidak berarti kualitas lulusan SMK menjadi rendah, bahkan lulusan SMK  sudah siap untuk langsung terjun ke dunia kerja ketika lulus dari SMK.

Adapun usaha pemerintah yang lain adalah mendukung dengan cara mengambl lulusan SMK untuk bekerja. Di dalam dunia kerja, para lulusan SMK lebih mudah mendapatkan pekerjaan karena keahlian, pengalaman, dan mental mereka yang sudah terbiasa bekerja keras.

Sosialisasi, hal terpenting untuk mendongkrak pamor SMK mata masyarakat. Salah satunya yang dilakukan oleh Walikota Solo, Joko Widodo. Dengan menggnakan mobil “Kiat Esemka” sebagai mobl dinasnya, secara tidak langsung beliau telah membuktikan kepada masyarakat luas bahwa SMK Bisa!

  1. b.      Cara Agar Masyarakat Tidak Menganggap Remeh SMK

 

Gengsi, itulah alasan yang paling umum ketika kami bertanya soal memilih SMK atau SMA. Mereka menganggap bahwa di SMK tidak bisa meneruskan ke perguruan tinggi, padahal apabila masuk SMK kita dapat lebih mudah meneruskan jurusan kita di perguruan tinggi. Padahal, di luar negeri sekolah-sekolah sederajat seperti SMA menerapkan kurikulum seperti SMK yang mewajibkan siswanya untuk memilih jurursan yang akan ditekuninya. Kita bandingkan dengan SMA yang ada di negara ini, penjurusannya hanya ada dua ataupun tiga. Yaitu IPA, IPS, dan Bahasa yang hampir semua pelajaran harus kita pelajari dan kita kuasai. Sedangkan SMK hanya mempelajari pelajaran sesuai dengan jurusan kita. Sehingga diharapkan lulusan SMK memiliki keahlian untuk  bisa terjun langsung ke masyarakat.

Cara yang bisa untuk mendukung hal diatas adalah dengan mengubah mind-set masyarakat secara umum terhadap SMK. Salah satunya adalah dari diri SMK itu sendiri dengan menunjukkan prestasi terhadap masyarakat maupun secara langsung ataupun tidak. Contoh secara langsung adalah dengan produk-produk yang dibuat oleh siswa SMK, seperti mobil ‘Kiat Esemka”, mulai dipasarkan dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat juga dengan kualitas yang bagus. Hal itu akan membuat masyarakat lebih menghargai karya siswa SMK dan secara tidak langsung akan mengubah secara perlahan pola pikir mereka. Contoh secara tidak langsung adalah dengan direkrutnya lulusan-lulusan SMK oleh perusahaan-perusahan besar yang ada di dalam maupun luar negeri. Itu membuktikan bahwa keahlian mereka diakui oleh perusahaan-perusahaan tersebut.

Jadi, mulailah berpikir secara terbuka dan jangan lagi memikirkan soal gengsi. Pikirkanlah soal masa depan karena kita hidup bukan untuk hari ini saja, masih ada hari esok yang harus kita hadapi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

 KESIMPULAN

Setelah semua pembahasan di atas, kami menyimpulkan bahwa SMK itu tidak kalah bersaing dengan sekolah sederajat lainnya. Hanya pandangan dan pola pikir masyarakat yang membuat SMK seakan – akan kalah dalam persaingan tersebut. Oleh karena itu, kami berpikir cara pertama untuk mengangkat kembali nama SMK adalah dengan mengubah mind-set masyarakat terhadap SMK itu sendiri. Jadi masyarakat tahu bahwa SMK juga dapat menjadi sekolah yang jauh lebih baik dari SMA.

Kami menyarankan agar berpikir dengan terbuka terhadap SMK. Jangan lagi meninggikan yang namanya gengsi. SMK itu bukan lagi pilihan yang buruk  untuk melanjutkan pendidikan. Bahkan, SMK dapat memberi jaminan untuk masa depan. Maka dari itu kami menyarankan untuk menjadikan SMK sebagai pilihan untuk melanjutkan pendidikan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

Riyadi risyad.2012.” SMK Bisa!”(online) http://risyadsyadun.blogspot.com/2012/03/smk-bisa.html (Diunduh tanggal 2 Juli 2012)

Amir Pilliang, Yasraf (2003). Hipersemiotika: Tafsir Cultural Studies atas Matinya Makna. Yogyakarta: Jalasutra

Ariyanto, Fibri. (2012).” SMK sebagai pilihan masa depan”. (Online), http://edukasi.kompasiana.com/2012/03/03/smk-sebagai-pilihan-masa-depan/, (diunduh pada tanggal 26 juni 2012).

Balitbang dan Dikdasmen. (1999). Kebijakan Teknis Pengembangan dan Implementasi Kurikulum Menengah Kejuruan. Jakarta: Balitbang dan Dikdasmen, Depdikbud.

Haryadi. (2009).”mengapa SMK sebagai  pilihan”. (online). http://majalahprestasi.blogspot.com/2009/08/mengapa-smk-sebagai-pilihan.html, (diunduh pada tanggal 26 juni 2012).

Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 323/U/1997 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Sistem Ganda pada Sekolah Menengah Kejuruan. Jakarta: Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan.

Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 323/U/1997 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Sistem Ganda pada Sekolah Menengah Kejuruan. Jakarta: Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan.

PP 15 tahun 2005, tentang Standar Pendidikan Nasional

Amir Pilliang, Yasraf (2003). Hipersemiotika: Tafsir Cultural Studies atas Matinya Makna. Yogyakarta: Jalasutra

Ariyanto, Fibri. (2012).” SMK sebagai pilihan masa depan”. (Online), http://edukasi.kompasiana.com/2012/03/03/smk-sebagai-pilihan-masa-depan/, (diunduh pada tanggal 26 juni 2012).

Balitbang dan Dikdasmen. (1999). Kebijakan Teknis Pengembangan dan Implementasi Kurikulum Menengah Kejuruan. Jakarta: Balitbang dan Dikdasmen, Depdikbud.

Haryadi. (2009).”mengapa SMK sebagai  pilihan”. (online). http://majalahprestasi.blogspot.com/2009/08/mengapa-smk-sebagai-pilihan.html, (diunduh pada tanggal 26 juni 2012).

Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 323/U/1997 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Sistem Ganda pada Sekolah Menengah Kejuruan. Jakarta: Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan.

Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 323/U/1997 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Sistem Ganda pada Sekolah Menengah Kejuruan. Jakarta: Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan.

PP 15 tahun 2005, tentang Standar Pendidikan Nasional

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s